spanduk kepala

Berita

NexV, pakar perawatan kesehatan berbasis AI, secara resmi mengumumkan pengembangan solusi kesehatan mental baru di MEDICA 2025, pameran dagang perangkat medis terbesar di dunia, yang diadakan di Düsseldorf, Jerman. Peluncuran ini menandai masuknya perusahaan secara penuh ke pasar global. Pameran dagang MEDICA tahunan di Düsseldorf menarik lebih dari 80.000 profesional dan pembeli di bidang perawatan kesehatan; tahun ini, sekitar 5.600 perusahaan dari 71 negara berpartisipasi.
Teknologi ini merupakan proyek penelitian yang terpilih dalam program Mini DIPS (Super Gap 1000) pemerintah dan diposisikan sebagai platform perawatan kesehatan mental generasi berikutnya yang bertujuan untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.
Di pameran tersebut, NexV mempresentasikan “Kursi Kesehatan Mental”—sebuah perangkat yang didasarkan pada kombinasi kecerdasan buatan dan teknologi biosinyal. Perangkat ini didukung oleh sistem multimodal yang mengukur berbagai biosinyal secara real-time, termasuk elektroensefalografi (EEG) dan variabilitas detak jantung (HRV) (menggunakan fotopletismografi jarak jauh (rPPG)), untuk menganalisis keadaan emosional dan tingkat stres pengguna.
Kursi kesehatan mental ini menggunakan kamera terintegrasi dan headset elektroensefalogram (EEG) untuk mengukur kondisi emosional dan tingkat stres pengguna secara akurat. Berdasarkan data yang dikumpulkan, modul konseling berbasis AI secara otomatis merekomendasikan dialog dan materi meditasi yang disesuaikan dengan kondisi emosional pengguna. Pengguna dapat langsung mengakses berbagai kursus konseling psikologis dan meditasi melalui antarmuka interaktif yang terhubung ke kursi.
Pada acara tersebut, CEO Hyunji Yoon membagikan visinya: “Sangat penting untuk memperkenalkan versi kursi kesehatan mental yang menggabungkan teknologi AI dan analisis biosinyal ke pasar global.”
Dia menekankan pentingnya inovasi yang berpusat pada pengguna: “Kami akan terus berinovasi dengan menilai kondisi emosional pengguna secara real-time melalui percakapan dengan karakter AI yang familiar dan menyediakan konten konseling dan meditasi yang dipersonalisasi untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.”
Profesor Yin juga menekankan peran transformatif platform ini: “Penelitian ini akan menjadi titik balik, memperluas kemampuan teknologi pengukuran emosi dan kondisi psikologis, yang sebelumnya terbatas pada lingkungan rumah sakit dan klinik, menjadi perangkat yang benar-benar nyaman untuk penggunaan sehari-hari. Dengan menyediakan konsultasi dan sesi meditasi yang dipersonalisasi berdasarkan biosinyal individu, kami akan secara signifikan meningkatkan aksesibilitas manajemen kesehatan mental.”
Studi ini merupakan bagian dari program Mini DIPS, yang diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun 2025. NexV berencana untuk segera mengintegrasikan hasil studi ke dalam fase komersialisasi untuk menciptakan model bisnis baru di pasar kesehatan mental global.
Perusahaan tersebut mengatakan akan mempercepat penetrasinya ke pasar domestik dan internasional dengan berekspansi ke platform perawatan kesehatan multimodal yang mengintegrasikan teknologi, konten, dan layanan.


Waktu posting: 15 Desember 2025